Kondisi Awal
Situasi sebelum perubahan workflow
- Sistem sudah memiliki fitur draft pesanan yang digunakan untuk menyimpan transaksi sementara.
- Pada awalnya draft dianggap cukup untuk menangani pelanggan yang belum langsung melakukan pembayaran.
- Setelah kebutuhan operasional digali lebih dalam, ditemukan bahwa draft dan Open Bill sebenarnya memiliki tujuan yang berbeda.
- Draft hanya menyimpan data transaksi, sedangkan operasional restoran membutuhkan transaksi aktif yang sudah dapat dikirim ke dapur namun tetap bisa menerima tambahan pesanan.
- Belum ada pemisahan antara kitchen ticket untuk dapur dan customer receipt untuk pelanggan.
- Penambahan pesanan setelah order pertama berpotensi membuat alur transaksi menjadi kurang terstruktur.
Keputusan Produk
Fokus implementasi
- Memisahkan konsep Draft dan Open Bill sebagai dua tahapan transaksi yang berbeda.
- Draft digunakan sebagai penyimpanan sementara sebelum pesanan benar-benar diproses.
- Open Bill digunakan sebagai transaksi aktif yang sudah berjalan di operasional restoran namun belum dibayar.
- Membuat alur kitchen ticket terpisah dari customer receipt.
- Memungkinkan pelanggan menambah pesanan tanpa harus membuat transaksi baru.
- Menyiapkan struktur status transaksi yang lebih jelas untuk kebutuhan audit dan laporan.
Implementasi
Perubahan yang dilakukan
- Menambahkan status Open Bill sebagai tahap lanjutan setelah Draft.
- Pesanan yang sudah dikirim ke dapur otomatis berubah menjadi Open Bill.
- Kitchen ticket dicetak saat pesanan dikirim ke dapur tanpa menunggu pembayaran.
- Pelanggan tetap dapat menambah item selama transaksi masih berstatus Open Bill.
- Kitchen ticket hanya mencetak item baru sehingga dapur tidak menerima pesanan yang sama berulang kali.
- Customer receipt baru dicetak saat pembayaran dilakukan dan transaksi ditutup.
- Kasir melakukan input nominal pembayaran, metode pembayaran, dan perhitungan kembalian pada tahap penyelesaian transaksi.
Hasil
Dampak terhadap operasional
- Workflow transaksi menjadi lebih sesuai dengan pola kerja restoran dan kafe.
- Dapur dapat langsung memproses pesanan tanpa harus menunggu pembayaran pelanggan.
- Kasir dapat fokus pada pencatatan pesanan selama pelanggan masih berada di meja.
- Pelanggan dapat melakukan penambahan pesanan tanpa membuat transaksi baru.
- Risiko pesanan terlewat atau tercatat ganda menjadi lebih kecil.
- Data transaksi menjadi lebih mudah dipantau karena setiap transaksi memiliki status yang jelas.
- Laporan penjualan dapat membedakan transaksi yang masih aktif, sudah dibayar, maupun dibatalkan.
Pembelajaran
Insight dari pengerjaan
- Fitur yang terlihat sederhana sering kali menyimpan kebutuhan operasional yang lebih kompleks daripada yang terlihat di awal.
- Draft dan Open Bill terlihat mirip dari sisi data, tetapi memiliki fungsi bisnis yang berbeda.
- Draft berfungsi sebagai penyimpanan sementara, sedangkan Open Bill mewakili transaksi aktif yang sudah berjalan di operasional restoran.
- Memahami workflow pengguna sering kali lebih penting daripada langsung menambahkan fitur baru.
- Pemisahan antara kitchen ticket dan customer receipt membuat proses operasional lebih terstruktur.
- Desain status transaksi yang jelas membantu monitoring, audit, dan pengembangan fitur di masa depan.